Ngendong di Ciamis : Bertemu “Dedemit” Hingga Akademisi dari ITB

Saya mendapat undangan dari teman-teman penggiat Gerakan Desa Membangun (GDM) di Kabupaten Ciamis, pada pertengahan Maret 2014. Mereka sedang mempersiapkan lokakarya pemanfaatan teknologi informasi untuk keterbukaan pemerintahan desa, di Kecamatan Pamarican.

Saya hadir bersama dengan Bayu Setyo Nugroho, Kepala Desa Dermaji, Kab. Banyumas. Alhamdulillah nebeng mobil beliau, sampai Ciamis tanggal 22 Maret 2014 dan langsung mengikuti acara.

Tidak ada yang serius, seperti biasa, acara-acara GDM memang penuh dengan canda tawa, tentu dengan materi lokakarya yang tak main-main juga. Saya kebetulan kebagian tugas menemani para perangkat desa di Ciamis itu belajar menggunakan website desa untuk memproduksi informasi, serta memanfaatkan media sosial untuk “memasarkan” informasi tersebut.

Selesai acara, pak Bayu pulang ke Banyumas, saya “ditahan” di lokasi. Rupanya ada agenda lain dari teman-teman di Ciamis yang menamai dirinya “Dedemit”.

Desa-desa melek IT, demikian makna dedemit itu. Keesokan harinya rupanya mereka dikunjungi oleh semacam Tim Juri dari salah satu kompetisi komunitas tingkat Provinsi Jawa Barat.

Tim Juri itu dipimpin oleh Djaja Sarjana, dari ITB. Kami pun kemudian berkenalan dan ngobrol ngaler-ngidul dengan cukup santai. Ada banyak hal yang ditanyakan sebagai bagian dari tugas beliau dengan tim juri, tapi selebihnya obrolan kami justru lebih banyak pada ketertarikan pak Djaja pada gaya Dedemit ini beraktivitas. Isunya teknologi, penggiatnya orang desa, dan nyari tanpa pendampingan dari Pemerintah Daerah.

Di akhir obrolan, pak Djaja kemudian menyampaikan keinginannya membantu desa-desa yang membutuhkan komputer, jika ada, maka ITB bisa membantu menghibahkan beberapa unit komputer yang sudah tidak digunakan di Comlabs ITB.

Alhamdulillah, saya turut senang, gerakan ini bertemu dengan banyak orang-orang baik dan memiliki sumber daya lebih dari pada saya, sebagai seorang sukarelawan modal dengkul 🙂