Di Balik Masjid Nurul Huda Al-Husaini

Beberapa waktu lalu, saya diajak bertemu (lagi) oleh Gus Ajir Ubaidillah. Bagi yang belum tahu siapa Gus Ajir, silakan klik disini. Pertemuan saya dengan Gus Ajir kali ini di Sate Wringin, Langgongsari.

Saya tadinya mengira akan membahas tentang rencana digitalisasi manajemen Ponpes Nurul Huda dengan platform CAZH, tetapi ternyata kali ini justru membahas hal yang sama sekali baru, yakni soal agenda Gus Ajir yang diberi amanah oleh seorang wakif, yang ingin membangun masjid dengan lokasi di antara Purwokerto-Ajibarang, Kab. Banyumas.

Amanah itu datang tiba-tiba, hingga secara tak sengaja Gus Ajir kemudian berbincang dengan Kades Cikidang, Kec. Cilongok, yang ternyata sedang merencanakan pembangunan semacam rest area di lokasi dekat Puskesmas Cilongok I, di mana salah satu fasilitas yang ingin dibangun adalah masjid.

Bagai gayung bersambut, Gus Ajir menceritakan bagaimana cepatnya kemudian diskusi terkait rencana tersebut, baik dengan wakif maupun dengan tim yang akan membangun di Cikidang.

Lalu kenapa Gus Ajir repot-repot cerita ini dengan saya?

Mungkin sudah bisa ditebak, ya, Gus Ajir mengajak saya terlibat dalam mendesain logo untuk jenama masjid baru yang akan dikelola oleh Ponpes Nurul Huda itu. Mengenai nama, Gus Ajir sudah menetapkan nama Nurul Huda Al-Husaini. Mengapa ada kata-kata Al-Husaini? hanya Gus Ajir yang tahu 🙂

Tak lama setelah pertemuan itu, saya kemudian mulai mendesain logo dan membuat standar publikasi terutama untuk konten instagram yang menurut Gus Ajir akan dikelola juga oleh Tim digital Enha Corp.