Bersama Lakpesdam NU Cilacap : Belajar Transparansi Desa

Malam ini saya bersama Pak Dodiet Prasetyo, Kades Wlahar Wetan, memenuhi undangan dari Lakpesdam NU Cilacap, mengisi lokakarya dan pelatihan beberapa desa terkait perencanaan pembangunan desa yang partisipatif dan peningkatan informasi desa. Acara digelar di Hotel Moro Seneng, Baturraden, 31 Mei – 2 Juni 2016.

Setelah acara pembukaan pada sore hari, kami mengisi sesi workshop mulai sekitar pukul 19.00 WIB. Diawali dengan kisah pak Dodiet tentang perencanaan pembangunan di Wlahar Wetan, yang melibatkan masyarakat di dalam maupun di luar forum musyawarah desa. Mengapa di luar forum juga menjadi penting?

“Banyak warga yang aspirasinya tidak tersampaikan dalam forum musyawarah desa atau forum formal lainnya, karena itu saya sebagai Kepala Desa harus lebih sering mendengarkan aspirasi warga langsung di keseharian mereka” ujar Dodiet.

Saya dan pak Dodiet

Keterbukaan informasi dan transparansi desa juga sangat penting. Pemdes Wlaharwetan sejak 2017 sudah mempublikasikan seluruh rencana pembangunannya secara daring melalui website desa. Sedangkan APBDesa selalu dipublikasikan melalui baliho dan poster-poster yang ditempel di berbagai sudut penting desa, berupa infografik.

Infografik APBDesa memang menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi penganggaran tahunan pembangunan desa. Masyarakat biasanya hanya ingin informasi yang ringkas dan mudah dipahami, bukan lembaran-lembaran kertas yang terlalu rinci.

“Dengan infografik, Pemdes dapat berkomunikasi dengan efektif. Cukup sebar gambar di grup WA atau media sosial, juga mencetaknya jadi poster dan baliho, warga dapat melihat anggaran desa mereka setiap tahun, juga perubahan dan realisasinya” saya menyampaikan hal ini ketika melanjutkan sesi workshop.

Arya, fotografer behind the scene

Masalahnya, beberapa desa biasanya tidak memiliki SDM yang dapat mendesain infografik dengan cukup ciamik. Nah, karena itu dalam workshop tadi, saya tidak hanya membagikan tips membuat infografik berupa vektor, tetapi juga berupa file dokumen (ms Word) yang dapat diedit langsung oleh peserta dan menghasilkan tampilan infografik yang tidak kalah ringkas dan informatif.

Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat terasa. Mereka tidak ada yang keberatan dengan membuka data APBDesa ke publik. Terlebih, kini tidak harus menggunakan software desain, infografik APBDesa juga dapat dibuat di Ms Word. Acara berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB, dan dihentikan oleh moderator mengingat waktu yang sudah larut malam, meski pun semangat peserta masih tinggi.

Semoga bermanfaat.