Berbagi Semangat Desa Membangun di Kalimantan Selatan

Pertengahan Februari 2014, saya mendapat undangan informal dari rekan RTIK Kalsel, Ari Rahman. Ia juga dikenal sebagai guru di salah satu SMK di Banjarmasin. Ketika bertemu saya di Bogor, dalam workshop Safer Internet Day yang diselenggarakan Pengurus Pusat RTIK dan Internet Sehat, kami memang ngobrol cukup banyak terkait desa dan pemanfaatan TIK.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Seksi Aplikasi Telematika, ternyata juga sangat mendukung kiprah Ari dan kawan-kawan sebagai Relawan TIK di sana. Isu desa yang kental dengan daerah, juga menjadi hal baru bagi kalangan penggiat TIK, tetapi justru membuka wacana baru yang di kemudian hari bahkan menjadi program, Destika.

Destika adalah singkatan dari “Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Secara singkat, desa-desa yang mau belajar dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam kesehariannya, pelayanan publik, pemasaran potensi dan sebagainya, itu layak disebut sebagai “Destika”, dan untuk itu Dishubkominfo Kalsel ingin melakukan sosialisasi kepada dinas-dinas di tingkat Kabupaten/Kota.

27 Maret 2014, saya hadir di Banjarmasin. Bersama dengan Ibu Tinuk dan Mas Chairul Afif, dari PANDI (pengelola nama domain internet Indonesia). Kami berbagi peran, memberikan pemaparan terkait dua hal penting. Pertama terkait domain .id, kedua terkait pemanfaatan website desa.

Saya bersyukur, selama acara berlangsung, lebih dari 50 orang peserta, para pejabat Dishubkominfo Kabupaten/kota se Kalimantan Selatan semuanya sangat antusias dan interaktif. Tidak ada sesi yang biking “ngantuk”. Di akhir kegiatan, kami bahkan sempat praktik bagaimana membuat multi-site, untuk memfasilitasi puluhan bahkan ratusan website desa dalam sebuah paltform.

Selesai acara, saya sempat diajak mengunjungi Sekretariat RTIK Kalsel. Bertemu dan berbincang juga bersama dengan teman-teman RTIK di sana. Mereka masih muda-muda, penuh semangat. Saya yakin kelak mereka akan dapat membuat perubahan di Kalsel. Perjalanan diiringi hujan gerimis, sempat mampir mencicipi durian lokal Kalsel dan sarapan Soto Banjar di tepi Sungai Barito. Alhamdulillah.

Saya beriterima kasih kepada Dishubkominfo Kalsel, serta tentu Ari Rahman, Ketua RTIK Kalsel dan juga PANDI, karena bersama mereka semua saya bisa melakukan perjalanan ke luar pulau Jawa pertama saya, dengan membawa sebuah misi, membagikan semangat Desa Membangun ke seluruh pelosok negeri.